d.o exo k
fansfiction author misskyungsoo

Tittle    : I don’t belive in fate

Author : misskyungsoo a.k.a mentari puteri utami

Cast     :

-Do Kyungsoo

-Do kyuzy (OC)

Supporting cast :

-Suho

-Yumi

-all member EXO k

Anyeonghaseyo reader~~

Author bawa EpEp baru dan pending trouble maker dulu ya…

Minta commentnya dan pendapat kalian tentang EpEp ini. Kalau bagus, author lanjut trouble makernya😀 (?) kug gak nyambung, *abaikan

^happy Reading^

***

“oppa…. Aku tau, aku bukanlah seorang yeoja yang baik. Tapi aku berusaha menjadi yang terbaik. Aku sangat menyukaimu. Aku ingin menjadi bintang sekolah sepertimu, sungguh.” Suzy tertunduk. Ia menyembunyikan wajah memalukannya dari suho seniornya.

“kau benar-benar menyukaiku?.” Suho terlihat heran, kemudian ia menutup buku yang ia pegang dan meletakkannya diatas meja. Kini ia berfokus pada suzy yang masih berdiri mematung didekatnya.

“ne, oppa. Aku sangat menyukaimu.” Kata suzy malu-malu.

Perlahan suzy merasakan tangannya mendapati sentuhan yang begitu lembut dan membuat hatinya terkecoh. Ia mendongakkan kepalanya dan menatap kedua mata Suho dengan seksama.

“aku juga sangat menyukaimu.” Jantung suzy terasa berhenti berdetak karena kaget dengan penuturan Suho. Kini wajah mereka berdua berhias senyuman malu-malu dan saling menundukkan kepala.

“kau tidak berbohong?.” Tanya suzy meyakinkan.

“ne, aku serius mengatakan ini padamu.”

“aku sangat senang, oppa.”

“suzy-ah~…..”

“hem…..”

“suzy-ah…..” panggilan itu semakin terdengar jelas ditelinga suzy. Perlahan ia membuka kedua matanya. Terlihat samar-samar seorang namja telah berada didekatnya.

“soo?.”

“hey, kenapa kau susah sekali dibangunkan? Apa kau mau bolos sekolah lagi?.” Ujar Kyungsoo ketus. Kemudian kyungsoo menyambar handuk yang tergantung didekatnya dan melemparkan tepat diwajah suzy yang masih mengenakan piama dan malas bangun dari temat tidur.

“aahh, kau menyebalkan. Aku baru saja bermimipi indah, bodoh.” Kata suzy kesal kemudian dengan malas bangkit dari temat tidurnya.

“eomma sudah menyiapkan sarapan untuk kita. Jadi cepatlah mandi dan turun.”

“ne, aku tau. Kalau saja kau bukan kakakku. Sudah kulempar kau kedalam tong sampah.”

Kyungsoo hanya tersenyum smirk kemudian keluar dari kamar suzy. Ia menelusuri tiap tangan dengan sangat hati-hati. Didapur ia melihat ibunya tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.

“soo, kau jangan terlalu keras dengan adikmu.” Ujar eomma sembari meletakkan satu persatu masakannya diatas meja makan.

“kalau tidak begitu, suzy tidak akan bangun.” Ujar kyungsoo sembari menikmati sarapan paginya.

Duk…

Dukk…

Dukkk….

Terdengar tapakan kaki suzy menyusuri tangga dengan terburu. Ia masih terlihat berantakan dengan dasi yang hanya bergantung dilehernya, baju yang belum dimasukkan serta rambut yang tidak tertata rapi.

“iikkkssss, lihat dirimu.” Ujar kyungsoo ketus sambil terus memandangi suzy yang turut serta menikmati sarapan.

“memangnya kenapa? Aku akan merapikannya dijalan nanti. Cepat makan, kita sudah terlambat kesekolah. Semlam aku lupa mengerjakan tugas.” Ujar suzy sambil terburu melahap sarapan paginya.

“memang kau pernah mengerjakan tugasmu?.”

“aaaaiiks, kau benar-benar cerewet.” Balas suzy.

“sudah, saat makan, kalian tidak boleh berisik.”

“ne, eomma.” Ujar Soo dan Suzy bebarengan yang kemudian mereka bertatapan dan melanjutkan aktifitas pagi mereka.

Merekapun berangkat sekolah bersama dengan menggunakan sepeda. Suzy selalu berusaha untuk mengayuh lebih dulu dibandingkan kyungsoo. Tapi kyungsoo salalu menjadi yang pertama masuk kedalam sekolah.

“soo, aku pinjam buku tugasmu ya?.” Rayu suzy.

“tidak, enak saja kau meminjamnya.”

“hanya untuk jam pertama, ayolah bantu aku..” paksa suzy. Kyungsoo menggelengkan kepalanya dan mempercepat sepedanya berjalan.

“hey……” teriak suzy sembari terus memandangi tubuh kyungsoo yang semakin menjauh darinya.

“kau pelit sekali.” Kata suzy kesal yang kemudian menyusul kyungsoo dengan segera.

Sesampainya disekolah. Kyungsoo sudah memarkirkan sepedanya dan berjalan menuju kelas, dengan terburu-buru suzy segera menyusul. Kebetulan kyungsoo dan suzy berbeda kelas walaupun dalam tingkatan yang sama.

“anyeong suzy..” sapa seorang yeoja pada suzy yang merupakan sanbaenya.

“anyeong…” balas suzy sambil membungkukkan badannya. Kemudian ia kembali tergesa menyusul kyungsoo yang hamper masuk kedalam kelas.

“soo, tunggu….” Teriak suzy sekuat tenaganya yang membuat disekitarnya memperhatikan mereka.

“apa lagi?.” Ujar kyungsoo sambil menoleh kesal. Wajah datarnya membuat Suzy ingin seklai menarik bibirnya agar tersenyum.

“ayolah, soo. Bantu aku, jebal~…. Aku akan menurut padamu.”

“kau berbohong…”

“tidak, aku berjanji. Hem?.” Kata suzy sembari mengacungkan jari kelingkingnya. Tanpa memperdulikan hal itu, soo langsung mengeluarkan buku tugas yang suzy maksud. Kemudian masuk kedalam kelas tanpa berkomentar apapun.

“hah…” desah suzy legah. “iks, walaupun kau seperti setan, tapi syukurlah bukumu sekarang ada ditanganku.” Lanjutnya.

“suzy-ah…” sapa seorang yeoja yang membuat senyum suzy semakin merekah.

“hai…” suzy melambaikan tangan dan menyambut kedatangan yumi dengan gembira.

Yumi melongok melihat kedalam kelas kyungsoo sembari menerka-nerka keberadaan kyungsoo.

“kau mencari apa?.” Tanya suzy yang yang ikut melongokkan kepalanya kedalam kelas.

“kakakmu.” Mendengar itu, suzy langsung menarik tangan yumi dan menyeretnya masuk kedalam kelasnya sendiri yang berjarak dua kelas dari kelas kyungsoo.

“hey, kau tidak lupa menyampaikan suratku pada soo-kan?.”

Mendengar  soal surat, suzy benar-benar melupakannya. Surat titipan dari yumi masih tersimpan rapi didalam tasnya disela-sela komik yang kemarin ia baca.

“eemm…”

“lupa? Sudah kuduga. Baiklah, jangan sampai kau melupakannya. Hari ini kau kuampuni.” Ujar yumi sembari meletakkan tanggannya diatas kepala suzy.

“kau piker kau pastur?.” Suzy menepis tangan yumi kemudian duduk dan menaruh buku tugas milik soo diatas meja.

“apa ini? Ini bukan punyamukan?.” Tanya yumi sembari membolak-balikkan buku milik soo.

“hey, letakkan. Itu punya soo. Aku meminjamnya.”

“aahh, jinja… aku mau lihat…” yumi dengan sangat antusias membuka perlembar buku yang ia pegang. Kemudian tampak dari wajahnya ia begitu terkagum melihat perderet tulisan soo disana.

Tanpa permisi suzy menyambar buku itu dari tangan yumi yang tengah sibuk mengamati tiap deret tulisan kyungsoo.

“hey, ingat… ini bukan waktunya kau meminjam buku ini dariku. Aku sedang membutuhkannya.” Kata suzy ketus.

“ahh, suzy, kau pelit sekali.”

Kedua mata suzy terpaku. Ia tertegun ketika melihat seorang namja berkulit putih itu lewat depan kelasnya sembari membawa buku pelajaran tebal dan berjalan tegap menatap lurus pada jalan.

“ohh, tuhan~.” Yumi ikut mencari sesuatu yang membuat suzy memelototkan matanya.

“hey, hentikan… guru kim sudah datang.” Suzy masih terus mengikuti gerak namja itu sampai berakhir terhalang oleh dinding kelasnya.

***

Kyungsoo duduk diperpustakaan tempat biasanya ia membaca buku disana. Biasanya bacon akan menemaninya, tapi karena perut bacon tidak bisa diajak kompromi, bacon memutuskan pergi kekantin terlebih dahulu sebelum menemani soo keperpustakaan.

“soo, boleh aku minta tolong ambil buku itu?.” Seorang yeoja terlihat kesulitan menggapai buku yang ada dirak paling atas sampai membuat kakinya terjinjit.

Mendengar hal itu kyungsoo langsung berdiri dan mendatangi yeoja yang meminta bantuannya. Kyungsoo tertegun setelah menyadari siapa yang meminta bantuan kepadanya dan sedikit membuatnya kesal karena menganggu aktifitas membacanya.

“soo..” setelah tersadar. Kyungsoo langsung meraih buku yan dimaksud kemudian memberikan buku itu pada yeoja itu dan berlalu pergi.

Melihat kelakuan aneh kyungsoo, yeoja itu menjadi sungkan.

“aku belum mengucapkan terimakasih padamu, soo.” Ujar nari dalam hatinya.

Kyungsoo berjalan lebih cepat dari biasanya. Ia seperti usai melihat hantu dan ketakutan. Sesampainya disudut loker sekolah, ia menyandarkan tubuhnya kedinding sambil menghela nafas panjang.

“soo, kau kah itu.” Kyungsoo menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya.

“sedang apa kau disini?.” Tanya suzy keheranan.

“aku mencari sesuatu. Kau sendiri sedang apa keluyuran disini?.”

“aku sedang mencari tempat tidur. Wajar jika aku keluyuran, berbeda denganmu. Ada yang aneh.” Ujar suzy sembari menatap wajah kyungsoo lebih dekat.

“hey, apa yang kau katakan.” Kyungsoo beranjak pergi tapi tangan suzy menghalanginya.

“tunggu dulu. Ini…” suzy menyerahkan sebuah amplop pink pada kyungsoo. Dengan perasaan sedikit bingung kyungsoo terpaksa menerimanya.

“dari siapa?.”

“mungkin seorang yeoja yang menyukaimu. Baiklah, pergi sana.” Suzy mendorong kyungsoo untuk cepat-cepat pergi. Dengan perasaan yang sedikit aneh, kyungsoo membolak-balikkan amplop pink yang sedang ia pegang.

Beberapa saat kemudian sebelum suzy mencoba membaringkan tubuhnya diantara deretan loker yang berjajar rapi, Yumi datang dan membuatnya harus membangunkan tidurnya.

“Kyaaaaaa, aku melihatnya!!!!!.” Teriak yumi seheboh mungkin dan membuat suzy ingin menjambak rambutnya.

“apa!!!! Kau mengagetkanku.” Teriak suzy kesal.

“kajja… kau tak ingin melewatkan kesempatan inikan?.” Tanpa memperdulikan suzy, yumi langsung menarik tangan suzy dan menyeretnya ketempat yang ia maksud.

Sebuah perpustakaan sekolah. Tempat terasing bagi suzy, sekalipun ia tak pernah berkunjung ketempat ini. Dengan perasaan yang kaku dan sangat kesal ia menatap yumi datar.

“hey, jangan melihatku begitu. Kau belum tau siapa yang ada didalam sana.” Ujar yumi sembari menebar senyum termanisnya.

“nuguya?????.” Kata suzy kesal.

“lihatlah sendiri dan hampiri dia, atau kau akan menyesal nanti.” Suzy semakin bingung tapi ia mencoba untuk masuk. Dan kedua mata bulatnya melihat saudara kembarnya duduk disana dan sibuk membaca surat pemberiannya tadi.

“soo… apa ini yang disebut menyesal.” Serutu suzy.

“apa maksudmu itu soo? Kau gila, tapi lihat dia sedang membaca surat darimu.”pipi yumi seketika memerah dan menyembunyikan dirinya dibalik tembok.

“ah, aku jadi gugup.. tapi masuklah sedikit lagi maka kau akan merasa girang.” Yumi mendorong tubuh suzy sekuat tenaganya dan terlihatlah seorang namja yang berada didekat kyungsoo tengah sibuk membaca buku.

“aaahhhh~~~.” Namja itupun menoleh begitu juga dengan kyungsoo.

Kyungsoo terkejut melihat keberadaan adiknya ditempat yang tidak biasanya dikunjungi.

“kau, apa kau sedang sakit.” Ujar  soo dengan penuh keheranan.

“kalau aku sakit jelas aku akan ke UKS bodoh.” Tanpa basah basi suzy mendekat ketempat namja itu duduk, soo terus mengamatinya dan mulai menutup suratnya.

“anyeonghaseyo~ oppa.” Sapa suzy dengan penuh hormat sembari membungkukkan badannya.  Namja berkulit putih itu menutup bukunya dan menatap suzy datar. Suzy langsung menundukkan kepalanya, melihat kejadian itu soo merasa geli. Rasa percaya diri yang suzy miliki kini langsung runtuh melihat tatapan aneh itu pada dirinya.

“apa apa?.” Kata suho kaku. Kemudian dengan nada terbata-bata suzy menjawab.

“aah, aku hanya ingin menyapamu saja.”

“kalau begitu carilah tempat lain, aku sedang sibuk sekarang.” Kedua alis suzy saling terpaut. Kini tergambar jelas diwajahnya rasa kesal atas tanggapan suho padanya.

Suzy melangkahkan kakinya pergi. Dan duduk tepat disamping kyungsoo.

“hahhahahahaaa…” kyungsoo terkekeh.

“apa menurutmu ini lucu? Ha..!!.”

“hahhaa, itu memalukan.” Kata kyungsoo ketus.

“kau keterlaluan soo.” Ujar suzy dengan nada tingginya dan membuat pengunjung perpustakaan tertujuh padanya.

“suzy-ah, kecilkan volume suaramu!!.”

“aku sedang marah.” Ujarnya kesal sambil menepuk meja kemudian menatap suho yang juga melihat kearahnya. Mereka berdua saling melempar tatapan yang tidak biasa, suho dengan tatapan datar dan cukup merendahkan dan suzy tatapan cinta namun berubah menjadi suatu kebencian yang dalam.

***

“taram…..” kyungsoo dan suzy terkejut. Mereka melihat eomma dan appa mereka menggendong seekor anjing masing-masing dalam pelukannya.

“saengil chukka hamida….” Teriak eomma dan appa mereka bebarengan dan merupakan surprise yang benar-benar tak terduga oleh keduanya.

“aaahhh, apa dia untukku?.” Suzy berlari kecil menuju appanya yang menggendong seekor anjing berpita merah ditelinganya.

“ne, ini hadiah untukmu.” Jawab appa kemudian kyungsoopun menerima hadiah yang sama seperti suzy.

“aaahhh, yeonggu… namamu yeonggu.” Kata suzy diiringi gelak tawa bahagia.

“kalau begitu anjingku bernama meonggu saja.” Sahut kyungsoo kemudian berjalan menuju kamarnya yang diikuti dengan meonggu peliharan barunya.

“ikkks, kenapa dia tidak kreatif. Baiklah, eomma, appa. Aku keatas dulu.” Ujar suzy sembari menggendong yeonggu dalam pelukannya.

Saat perjalanan menuju kamar, ia melihat kyungsoo merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan diikuti dengan meonggu. Suzy berhenti, tepat didepan pintu kamar kyungsoo dan terus memperhatikan kyungsoo.

“meonggu-ah… aku tadi bertemu dengan yeoja yang sangat kusukai. Ia datang keperpustakaan hari ini.” Suzy terkekeh pelan.

“setiap aku bertemu dengannya, rasanya hatiku menjadi tak karuan.” Lanjut kyungsoo.

“apa menurutmu aku tidak usah bertemu dengannya saja.” Suzy semakin terkekeh melihat kejadian yang ada didalam kamar.

“hah, hanya orang gila yang berbicara dengan seekor anjing.” Celetuk suzy ketus. Kyungsoo menoleh kemudian bangun dari tidurnya dan berjalan menuju pintu.

“iikks, kau….” Ujar kyungsoo yang kemudian suzy bergegas pergi sebelum mendapat hantaman dari kyungsoo.

Usai menganti baju. Suzy duduk bersantai dengan yeonggu dihalaman belakang rumahnya. Suzy terinagat kejadian memalukan diperpustakaan tadi.

“aku tidak akan datang keperpustakaan tadi. Tidak akan, tidak akan!!!!.”

“memang seharusnya begitu.” Ujar kyungsoo yang tiba-tiba duduk disamping suzy.

“kau terlalu agresif.” Lanjut kyungsoo. Suzy menundukkan kepalanya karena malu dengan hal konyol tadi.

“aku tidak pernah melalukan hal itu sebelumnya. Payah.”

“dan, ini…” kyungsoo menyodorkan sebuah amplop pink pada suzy. Suzy heran karena amplop itu pemberian darinya saat disekolah tadi.

wae? Kau sudah membacanya.”

ne, dan katakan padanya bahwa aku sudah mempunyai orang yang special.” Ha…. Suzy tercengang kaget.

“kau serius?.” Mereka berdua saling bertatapan. Terlihat jelas kejujuran dimata kyungsoo dan membuat suzy yakin dia tidak berbohong.

Suzy mengehla nafas pangjang. Kemudian ia kembali melihat yeonggu dan meonggu bermain dihalaman.

“lebih baik kau mundur, kau bukan tandingannya.” Ujar kyungsoo datar dan terus menatap suzy.

“kau terlalu merendahkanku, soo.” Ujar suzy kemudian pergi dari tempatnya duduk. Hatinya terasa tercabik-cabik mendengar penuturan kyungsoo.

“suzy-ah… suzy-ah…” berkali-kali kyungsoo berteriak tapi suzy tak menghiraukannya dan terus berjalan menuju kamarnya.

Suzy pun menangis. Hatinya begitu sakit. Ia tak lupa mengunci pintu kamarnya agar tak seorangpun masuk.

“memangnya sehebat apa dirimu mengatakanaku seperti itu” ujar suzy sembari terisak tangis.

“suzy-ah… maafkan aku…” terdengar suara kyungsoo dari balik pintu. Suzy hanya diam dan tak memperdulikan suara namja yang berada dibalik pintu kamarnya.

“aku menyesal” sambung kyungsoo lagi.

Kali ini kyungsoo terdiam didepan pintu kamar adiknya dan tengah menunggunya keluar. Dengan hati  yang benar-benar kecewa atas dirinya sendiri, soo memang tak pernah bersikap manis pada suzy karena orang tua mereka lebih memperhatikan dibandingkan dirinya. Walaupun soo lebih bagus dalam urusan sekolah, tapi suzy akan mendapat pujian terlebih dahulu.

“waeyo, soo-ah?.” Kyungsoo menoleh.

“eomma.. ah, aku hanya…”

“apa yang kau lakukan pada suzy?.”

“kami bertengkar.” Jawab kyungsoo dengan  nada ketakutan.

“ada apa lagi? Kau menjambak rambutnya?.” Tanya eomma baik-baik sembari mendekat pada kyungsoo.

“ani eomma, kali ini aku tidak menjambak rambutnya.”

“tapi dia menghinaku!!!!!.” Teriak suzy dari dalam kamar. Terdengar suarana begitu getar.

“aah, soo. Apa yang kau katakana?.” Eomma terlihat kecewa. “suzy-ah~ kajja keluar dari kamar. Soo ingin minta maaf padamu.”

“aku tidak mau.” Teriak suzy.

“hah, baiklah. Kalau begitu biarkan kyungsoo masuk.” Rayu eomma engan suara yang begitu lembut.

“tidak boleh.”

“kenapa kau manja sekali!!!!!.” Celetuk kyungsoo kesal melihat sikap suzy. Dan tangisan suzy  terdengar semakin keras.

TO BE CONTINUE~