d.o exo k
fansfiction author misskyungsoo

Author : Misskyungsoo a.k.a Mentari puteri utami

Tittle : I don’t belive In Fate

Cast :

Do Kyungsoo, Do Kyuzy (oc), Yumi (oc) dan member EXO k

Genre : friend, sad, romance, funny n up to reader

Happy reading ^_^

author note :

Dont COPAS please ^^

bukan, sebanarnya author tidak ingin membuat karakter kyungsoo yang lembut menjadi namja angkuh seperti ini. but, jalan cerita ini author buat dengan kemampuan otak yang sangat terbatas. yah begitulah. author sebenarnya tidak pandai menulis. tapi mohon memaklumi🙂

dont bash if you dont like ^_^

i just share my Imagine

inilah caraku mencintai Do Kyungsoo (D.O)

part 2

Suzy menyeka air matanya, kemudian berjabat tangan dengan soo. Mereka berdua duduk bersampingan diruang tengah dan akan menikmati makan malam bersama keluarganya.

“ha,,, kalau seperti ini kalian terliat lebih baik.” Ujar appa kemudian mempersilahkan mereka untuk makan. Keduanya saling membisu dan tak memandang satu sama lain.

“sebenarnya bukan itu yang ingin aku katakan padamu. Aku hanya bercanda.” Suzy terdiam. Kemudian ia menurunkan kembali sendok yang ia pegang. Eomma dan appa ikut memperhatikan.

“hanya saja, setauku namja itu…” suara soo tercekat. Suzy menoleh mulai memperhatikan wajah kakaknya yang tampak bimbang.

“katakan saja padaku.”

“dia namja yang angkuh.” Soo kembali memakan makanannya sesuap demi sesuap. Suzy menghela nafas berat. Sebelum soo mengatakan hal itu suzy sudah mengerti saat kesan pertama bertemu dengan suho.

“jadi, suzy sedang jatuh cinta?.” Tanya appa dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“begitulah.” Jawab kyungsoo datar. Suzy masih terdiam.

“hahaha, ternyata putriku sudah dewasa.” Lanjut appa.

“ayo lanjutkan makan kalian, jangan diam begitu. Kalian terlihat tidak semangat makan.” Eomma kembali menaruh nasi kepiring mereka masing-masing.

Setelah jamuan malam selesai. Suzy masuk kedalam kamarnya, soo pun demikian.

Tokkkk

Tokkkkk

Dan suara gonggongan meonggu menjawab ketukan pintu dari kamar soo.

“biarkan aku masuk. Sebentar.”

Klak~

Terlihat wajah kyungsoo dari dalam kamar yang hanya membuka pintu 30 derajat. Ia sudah mengenakan piama tidurnya. Suzy menerobos masuk tanpa menunggu izin dari kyungsoo. Kemudian ia menyamankan dirinya duduk diatas ranjang kyungsoo bersama dengan meonggu.

“ada apa lagi?.” Soo berjalan mendekat.

“hah…” suzy menghela hafas. “aku butuh bantuan.” Lanjutnya.

“apa?.” Kata kyungsoo datar.

“bantu aku mencari tahu lebih jauh tentang suho. Aku ingin tau semua tentang dia.”

“apa? Kau gila? Sudah kubilang dia namja yang angkuh. Kalau tidak mengenalnya kenapa kau menyukainya.” Suzy mengerutkan keningnya.

“apa kau lupa dengan pepatah kalau cinta itu buta? Tapi aku tidak buta, aku melihat dengan jelas bahwa suho itu tampan.” Suzy beranjak dari tempat tidur soo dan menyeret kakinya keluar kamar.

“gadis aneh.” Gerutu soo.

***

            Suzy kembali sibuk dengan aktivitasnya saat semua siswa sibuk mengerjakan tugas. Ia tertawa terpingkal-pingkal sambil menepuk meja karena komik yang ia baca. Yumi hanya memperhatikan dengan perasaan yang memaklumi sikap sahabatnya itu.

“suzy-ah, tugasmu!!.” Teriak yumi sembari menepuk pundak suzy pelan.

Suzy menyeka air matanya yang berjatuhan karena tertawa sampai menangis. Kemudian ia menutup komik yang menjadi bacaan wajibnya saat pelajaran.

“hah.. tertawa membuatku dehidrasi. Kau punya air minum.”

“kantin.” Yumi kembali menatap buku yang ia pegang.

“ya!!! Kau ini kenapa?.”

“ha, sampai kapan aku harus mengerjakan tugasmu.” Suzy tercengang.

“oh, jadi itu. Araseo… aku sangat berterimakasih padamu.” Suzy memeluk yumi yang masih focus pada bukunya. Kemudian tergambar senyum tipis dibibir yumi.

“bagaimana dengan soo..???.” suzy terbangun. Ia tak ingin menyampaikan pesan soo yang akan membuat hati yumi sedih.

“emm, aku belum mendapat jawaban darinya. Akan kutanyakan lagi sepulang sekolah nanti.”

“hah, aku sangat gelisah. Kira-kira apa yang akan dia katakan padaku.” Yumi menatap suzy muram. Dan hanya membalas senyuman bimbang dari bibir tebal suzy.

“oh ya… aku sangat menyesal menyuruhmu datang keperpustakaan. Suho, dia tak sebaik yang aku kira.”

“gwenchana. Aku sudah melupakannya.”

“emm, bagaimana kalau kau kukenalkan dengan temanku. Dia namja yang sangat tampan. Badannya tinggi dan sangat manis.” Suzy terdiam.

“kau akan menyukainya. Aku yakin sekali, dibandingkan dengan suho??? Dia jauh lebih baik.” Lanjut yumi.

“bagaimana dia?.”

“seorang gitaris disebuah band. Sebentar lagi ia akan mengadakan sebuah rekaman. Jadi, apa kau tidak tertarik mempunyai namja chingu seorang artis?? Dia baru saja masuk universitas tahun ini. Music, baginya adalah segalanya.” Terang yumi dengan penuh semangat.

“lalu, kenapa tidak kau saja yang bersamanya.”

“hey, ingat! Aku terlanjur menaruh hati pada kakakmu karena dia namja yang dingin. Aku suka itu..”

“hah, dingin bagaimana?.”

“sudahlah, sepulang sekolah kita bertemu dengannya.” Kata yumi santai tapi suzy terlihat kaget dengan penuturan yumi.

“hey, aku belum minta izin pada eomma.”

“tenang saja, aku akan meminta izin pada soo. Serahkan padaku.” Kata yumi genit dan tergambar senyuman sumringah diwajahnya.

“cciiih, bilang saja kau ingin bertemu dengannya.”

“tepat sekali.”

Yumi merapikan dirinya. Ia berdandan secantik-cantiknya ala gadis Sma Korea dan siap bertemu dengan soo diparkiran sepeda.

“soo…” yumi melambaikan tangan sembari menunjukkan jajaran giginya yang rapi. Soo mengerutkan keningnya.

“anyeong, soo.” Sapa yumi.

“anyeong.” Mata soo mencari-cari keberadan suzy yang sudah ia tunggu-tunggu sejak 10 menit yang lalu.

“kau mencari suzy? Aku dan dia mendapat tugas kelompok, jadi kami akan mengerjakan bersama dirumahku. Tolong sampaikan pada orang tuamu suzy akan pulang telat hari ini.”

“baiklah.” Jawab kyungsoo datar kemudian pergi begitu saja. Tenggorokan yumi serasa tercekat melihat kepergian soo tanpa permisi. Dengan hati yang sangat gelisah, ia kembali mendatangi suzy.

“wajahmu, kenapa dengan wajahnmu???.” Suzy memperhatikan wajah muram yumi.

“kakakmu, ada apa dengan kakakmu?.” Balas yumi. Suzy sudah menduga akan seperti ini. Soo sudah menolak yumi dan hal itu tidak bisa ditawar lagi. Dengan hati-hati suzy mengalihkan topic pembicaraan mereka dan mengajak yumi berangkat bertemu dengan namja yang akan yumi kenalkan padanya.

Disebuah café, yumi dan suzy duduk menunggu. Yumi menceritakan banyak hal tentang temannya itu tpi suzy terlihat tidak antusias menanggapinya.

“aku bertemu dengannya saat diacara pentas seni tahun lalu. Tentu bukan sekolah kita, kapan sekolah kita mengadakan pentas seni.”

“kau yakin?.. apa dia namja yang baik.”

“hey, nona Do.. aku sangat yakin. Kau akan menyukainya.” Tutur yumi sembari menyeruput minumannya. Beberapa menit setelah itu, namja yang dimaksud datang. Dengan baju yang sedikit kurang rapi, topi dan rambut keriting berwarna blonde, ia duduk tepat disamping yumi.

Suzy tercengang kaget. Kemudian memperhatikan namja itu dengan seksama sembari menelan bulat ludahnya.

“ini dia yoeja yang aku ceritakan padamu.”

“anyeonghaseo, namaku park chanyeol.” Katanya sembari memamerkan jajaran gigi yang putih dan rapi.

“anyeonghaseo, naneun Suzy imnida.” Jawab suzy kemudian menatap tajam pada yumi. Yumi terkekeh.

“em,, aku tinggal kalian sebentar. Kami ngobrol saja dulu, aku akan segera kembali.” Suzy mendelik dan terus mengikuti yumi yang beranjak pergi.

Hening…

Keduanya saling membisu. Chanyeol sesekali keceplosan bernyanyi kemudian terdiam saat menyadari tatapan aneh dari suzy sedang menyerangnya.

“hahhaha, beginilah aku.” Chanyeol mencoba mengakrabkan diri.

“aku suka sekali dengan music. Kau?.” Suzy mengankat kepalanya kaget.

“aaah, aku suka sekali membaca….”

“aahhh, tentu saja. Sudah terlihat jelas kau anak yang kutubuku.” Suzy menyeringai. Ia kembali terdiam.

“aku dan bandku, sangat terkenal dikalangan remaja.”

“ah, jinja. Tapi kenapa aku tak pernah mendengar nama band kalian.” Chanyeol tertawa keras dan membuat suzy kaget.

“hahhahhaaaa, mungkin kau saja yang tak pernah tau tentang kami. Oh ya, apa kau pintar bernyanyi?.” Suzy menggelengkan kepalanya.

“aahh, sayang sekali. Kami sedang membutuhkan vokalis. Kami bertiga ingin memadukan repp dan pop, jadi kami membutuhkan vikalis yang bisa bernyanyi lagu pop dengan baik.” Jelasnya. Suzy teringat sesorang.

“sepertinya aku ada teman.”

“benarkah?? Kami sangat membutuhkannya, ini…” chanyeol menyerahkan selembar kertas pada suzy.

“ini no ponselku, kau bisa menghubungiku jika memang kau ada teman untuk bergabung dengan kami. Tentunya kau bisa menghubungiku kapan saja.”

“ah, baiklah. Aku mengerti. Aku simpan nomer ponselmu, oke.”

“aahh, suzy-ah… hahhaa, terdengar sedikit canggung memanggilmu seperti itu.”

“gwenchana, oppa. Aku senang dengan panggilan itu.”

“MWO??? Kau panggil aku oppa? Bwhahahaa, aku sangat senang mendengarnya.” Suzy semakin terheran melihat namja yang tidak bisa meninggalkan tawanya saat bicara.

Kemudian yumi datang. Ia membawa 3 botol minuman soda dan menyerahkannya pad chanyeol dan suzy.

“wah, kalian akrab sekali.” Suzy kembali melirik yumi tajam sambil meneguk minuman sodanya.

Yumi mengakhiri pertemuan mereka kemudian berpamitan untuk pulang. Suzy tak mengeluarkan komentar apapun, ia berjalan terus menatap kosong yang ada didepannya.

“hey, bagaimana menurutmu?.” Suzy berdehem.

“apa kau tidak suka? Percayalah padaku kau akan nyaman bersamanya.” Lanjut yumi kemudian suzy berdehem.

“aaaiikkkksssm bicaralah sedikit. Jangan seperti orang bisu.”

“ehem!!!!!.” Yumi melongo, ia menatap suzy dan kmudian membalasnya dengan deheman yang lebih keras.

Sesampainya dirumah, suzy melihat kyungsoo sedang duduk membaca buku didepan rumahnya. Suzy turun dari sepeda dan berjalan menuntun sepeda itu masuk kehalaman.

“kau sudah pulang?.”

“ne..” suzy memarkirkan sepedanya dibagasi. Kyungsoo menatap jam tangan yang ia kenakan.

“ini sudah sore. Bagaimana tugasmu? Apa sudah selesai?.” Suzy tampak bingung.

“tugas?.” Mereka berdua bertatapan. “ahh, tentu.” Lanjutnya.

“cepatlah kemari setelah kau mandi. Ada yang ingin kusampaikan.” Suzy berhenti, ia kembali kedepan menghadap kyungsoo.

“setelah kau mandi, bukan sekarang.” Kata kyungsoo datar.

Setelah suzy selesai mandi. Kyungsoo menutup bukunya, dan ia mengeluarkan selembar kertas dari saku bajunya. Suzy terllihat begitu penasaran,ia tak sabar apa yang akan kyungsoo sampaikan.

“biar aku bacakan, kau cukup mendengarkan.” Suzy menurut, ia mengangguk pasrah.

“suho, dia kelahiran tahun 1991 dan memiliki IQ superior. Berbeda denganmu.. IQ-mu berapa?.” Suzy mengembungkan pipinya.

“dia sering sekali memenangkan lomba olympiade. Peringkatnya tidak pernah merosot setiap tahunnya. Itu sebabnya suho terpilih menjadi president sekolah.” Suzy menghela nafas.

“tipe yeoja yang sangat diidamkan suho adalah berambut hitam panjang.” Suzy segera menata rambutnya. “dan suka sekali membaca buku.” Soo terkekeh geli. Itu berbeda jauh dengan adiknya.

“aahhh, kenapa harus begitu!!!!.” Gerutu suzy.

“dia tipe orang yang penyayang sebenarnya, tapi kepada orang yang benar-benar dia kenal.”

“sudah cukup, aku tidak mau mendengarnya!!.” Suzy berdiri dan akan beranjak pergi.

“hey, kau mau kemana?.”

“aku mau makan.”

“sekarang giliranmu membantuku.”

“apa?? Aku harus bagaimana?.”

“cari tau tentang nari.”

“nari??? Kau yakin.” Soo mengangguk yakin.

“emm, baiklah. Oh ya soo. Bukankah kau pandai menyanyi, suaramu sangat bagus.”

“kau bicara apa?.”

“aku pernah mendengar konser tunggalmu dikamar mandi. Ada tawaran menarik untukmu,”

“aku tidak mau.”

“hey, kalau begitu jangan harap aku akan mencari informasi tentang nari untukmu.”

“apa? Jadi kau mengancamku?.”

“tidak, jika kau menerima tawaranku.” Mereka berdua bertatapan tajam. Kemudian soo kembali membuka bukunya, dan suzy memutuskan pergi kedapur.

***

“suzy-ah,”

“eemmmb.” Kata suzy dengan mulut penuhnya.

“baiklah, aku setuju. Jadi aku harus bagaimana?.”

“ohok…” suzy menepuk-nepuk dadanya karena tersedak, kemudian soo terburu mengambil minum untuk suzy.

Setelah suzy merasa lega. Ia menarik nafas cukup panjang untuk mengisi rongga dada yang terasa kosong.

“baiklah, kita sepakat.” Suzy mengulurkan tangannya. Ia mengajak kyungsoo untuk berjabat tangan sebagai perjanjian.

“ne…” soo dengan segera meraih tangan suzy.

“kau cukup bernyanyi, mereka band yang cukup terkenal hanya saja membutuhkan vocalis untuk pop.”

“aku juga bisa melakukan beatbox. Aku bisa menyanyi repp dengan baik.”

“ahh, jangan pamer padaku. Jelaskan saja saat kau bertemu dengan mereka.” Tukas suzy kemudian ia meraih sebuah kertas pemberian chanyeol tadi, dan segera menghubunginya.

“yoboseyo???.”

“yoboseyo….?.”

“oppa, ini aku suzy.”

“ah, kau? Ada apa?.”

“aku ada kabar gembira untukmu.”

“jinja?.”

“kyungsoo, dia kakakku. Dan bersedia bergabung dengan kalian.”

“hwaa…. Aku senang sekali mendengarnya…. Ghamsa suzy-ah. Besok sepulang sekolah kalian ku jemput.”

“emmb, tapi aku membawa sepeda.”

“kalau begitu besok kalian tidak usah membawa sepeda, kalian satu sekolahkan?.”

“ne….”

“ah, apa dia ada disitu?.”

“ne…” suzy menyerahkan ponselnya dapa soo. Dengan malas soo menerima ponsel itu.

“yoboseyo?.”

“ah, hai bung. Kau seriuskan mau bergabung dengan kami.”

“ne.”

“kalau begitu kau bersiap untuk tes besok.”

“apa perlu hal seperti itu? Bukankah band kalian band indi?.”

“aiikkkkks, tapi kami tidak sembarang memilih personel.”

“ah, kau meragukanku?.”

“bukan begitu…. Baiklah, sampai jumpa besok. Aku harap kau pilihan yang tepat.”

Tut…. Tut,,, tut…

“pilihan yang tepat bagimana maksudnya?.” Suzy menggelengkan kepala. Kemudian meraih kembali ponselnya yang ada digenggaman kyungsoo.

***

Suzy dan soo terpaksa harus berjalan kaki menuju sekolah. Mereka berdua berangkat lebih awal agar tidak telat sesampainya disekolah.

“kalau kakiku pegal, kau harus tanggung jawab.” Gerutu soo terlihat ngos-ngosan. Suzy pun demikian, ia berkali-kali berhenti dan duduk disembarang tempat.

“ah, kaki juga pegal… bagaimana kalau kau gendong aku, nanti aku akan menggendongmu?.” Soo langsung berdecih.

“ccciiih, kau sudah gila!!!! Jatuh maratabatku jika aku berada diatas punggungmu.”

Sesampainya disekolah. Soo dan suzy langsung duduk didekat gerbang dengan hati yang lega karena mereka tidak telat datang kesekolah.

Yumi datang dan menghampiri mereka. Dengan wajah kebingungan dia memcoba memberanikan diri untuk bertanya pada kyungsoo.

“kalian kenapa?.” Suzy mengelus-elus kakinya, sedangkan soo bersandar pada tembok dengan kaki yang ia luruskan.

“aahhh, kami berjalan kaki… aduh rasanya kakiku mai patah,” gerutu suzy. Yumi tersenyum.

“ini semua karena ide konyolmu.”

“hey, ini juga karena kau!!! Jangan menyalahkanku lagi.”

“sudahlah, lebih baik kita masuk kelas sekarang.” Yumi meraih tangan suzy an akhirnya mereka berdua masuk kelas lebih dulu.

Soo masih terdiam. Ia ingin menghilangkan keringat paginy terlebih dahulu sebelum masuk kedalam kelas.

“hei, kawan. Apa yang kau lakukan?.” Sapa bacon dengan menatap kyungsoo dekat.

“ah, aku habis berolahraga.”

“kau? Hah, aku kaget mendengarnya.” Kedua mata soo melotot. Ia melihat nari berjalan sendirian masuk kesekolah. Segera ia menutupi wajahnya dengan tas yang ia bawa. Jantungnya berubah menjadi tak karuan saat melihat nari melintas didekatnya, sedangkan bacon, yang semakin heran dengan tingkah aneh soo.

“hei, kau kenapa???? Hah???.” Bacon berusaha menarik tas kyungsoo tapi kyungsoo dengan keras memeganginya. Mereka seperti berebut tas sampai akhirnya kyungsoo melepaskan tas itu dan bacon terjatuh.

To be continue~~